Sabtu 25 Februari 2017

Visa On Arrival

Berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia No 3 Tahun 2015 Tentang Perubahan Ke enam atas peraturan menteri hukum dan hak azasi manusia nomor M.HH-01.GR.01.06 Tahun 2010 Tentang Visa Kunjungan Saat Kedatangan, mulai 16 Maret 2015 negara yang memperoleh fasilitas Visa Kunjungan saat Kedatangan  (VKSK) atau Visa on Arrival (VoA) bertambah menjadi 68  negara.

Pemberian fasilitas VoA ini bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada warganegara dari beberapa negara tertentu (subjek VoA) dalam rangka kunjungan wisata, sosial, kepentingan bisnis atau tugas kepemerintahan sebagai bentuk upaya meningkatkan arus kedatangan wisatawan mancanegara. Selain itu, dengan adanya fasilitas VoA ini diharapkan hubungan antara Indonesia dan beberapa negara tertentu dapat meningkat dengan mengusung azas manfaat dan saling menguntungkan.

Negara-negara yang menjadi subjek VoA adalah:

Afrika Selatan, Aljazair, Amerika Serikat, Andorra, Argentina, Australia, Austria, Bahrain, Belanda, Belarussia, Belgia, Brazil, Bulgaria, Cheko, Cyprus, Denmark, Uni Emirat Arab, Estonia, Fiji, Finlandia, Hongaria, India, Inggris, Irlandia, Islandia, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Korea Selatan, Kroasia, Kuwait, Latvia, Libya, Liechtenstein, Lithuania, Luxemburg, Maladewa, Malta, Meksiko, Mesir, Monaco, Norwegia, Oman, Panama, Perancis, Polandia, Portugal, Qatar, China, Rumania, Rusia, Saudi Arabia, Selandia Baru, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Suriname, Swedia, Swiss, Taiwan, Timor Leste, Tunisia, Turki, dan Yunani.

Dengan fasilitas VoA, warganegara dari negara subjek VoA dapat tinggal di Indonesia selama tujuh hari dengan membayar 10 dollar AS atau 30 hari dengan membayar 25 dollar AS. Visa kunjungan ini tidak dapat diperpanjang dan tidak dapat dialihstatuskan menjadi izin keimigrasian lainnya.

link :  http://www.kemlu.go.id/en/produk-hukum.aspx